A.
Bentuk Muka Bumi Pada Peta
Bentuk-bentuk muka bumi daratan tidaklah rata, akan
tetapi bervariasi, baik itu berupa dataran, dataran tinggi, dataran rendah,
tonjolan berupa bukit, gunung, dome, maupun cekungan berupa sungai,
lembah, ngarai, atau basin. Penggambaran bentuk-bentuk muka bumi tersebut dapat
digambarkan melalui dua jenis peta, yaitu dengan menggunakan peta umum berwarna
ataupun dengan menggunakan peta khusus, seperti peta topografi atau peta kontur.
Pada peta kontur keadaan relief muka bumi dapat diketahui
dengan jelas dengan melihat tingkat kerapatan konturnya atau
dengan membuat peta tida dimensinya. Bentuk ketampakan muka bumi
dapat kita bedakan menjadi bentuk muka bumi daratan (termasuk sungai dan
perairan darat lainnya) serta bentuk muka bumi lautan. Penggambaran bentuk
muka bumi tersebut tentu saja tidak dapat ditampilkan sebagaimana
aslinya, melainkan berbentuk simbol. Adapun bentuk simbol-simbol
yang digunakan untuk menggambarkan ketampakan-ketampakan
alam tersebut dapat berupa simbol titik, simbol garis, ataupun simbol
area dan warna. Penggunaan simbol tersebut disesuaikan dengan
bentukbentuk muka bumi yang digambarkan pada peta. Bentuk muka Bumi
secara rinci dapat diuraikan berikut ini
1. Daratan
a. Dataran
Rendah
Secara umum, dataran rendah diidentifikasikan
sebagai relief daratan yang mempunyai ketinggian antara 0 - 400 m. Bentuk muka bumi
berupa dataran rendah digambarkan dengan menggunakan simbol area berwarna
hijau. Pewarnaan hijau tersebut dapat dipecah lagi menjadi beberapa tingkatan
warna, misalnya warna hijau untuk ketinggian antara 0 - 100 m dan warna hijau
muda untuk ketinggian antara 100 - 400 m. Pada peta topografi, dataran rendah
dicirikan dengan penggambaran garis kontur yang jarang.
b.Dataran Tinggi
Dataran tinggi diidentifikasikan
sebagai relief daratan yang relatif landai dengan ketinggian antara 400 - 1.000
meter dari permukaan air laut. Dataran tinggi digambarkan dengan menggunakan
simbol areaberwarna kuning atau cokelat muda. Pada peta topografi, peng-
c. Kawasan Pegunungan atau Perbukitan
Kawasan pegunungan atau perbukitan
diidentifikasikan sebagai daratan yang memiliki kemiringan lereng yang relatif
lebih besar bila dibandingkan dengan dataran dan mempunyai ketinggian di atas
1.000 meter. Karena kemiringan lerengnya yang relatif besar, maka kawasan ini
bila digambarkan dengan peta kontur akan memiliki garis-garis kontur yang
relatif rapat satu sama lain. Adapun pada peta umum, kawasan ini digambarkan
dengan simbol area berwarna cokelat.
d.
Rawa, Danau, dan
Waduk
Rawa merupakan wilayah daratan
yang digenangi air, biasanya berada di dataran rendah atau di daerah pantai.
Adapun danau adalah daratan luas yang digenangi air, sedangkan waduk adalah
danau buatan. Keduanya biasanya terletak di dataran tinggi. Pada peta, danau
dan waduk digambarkan dengan simbol area berwarna biru, sedangkan rawa
digambarkan dengan simbol area berwarna hijau dengan garis putus-putus.
e. Sungai
Sungai merupakan jalur atau penampang
yang dilalui oleh air dari hulu ke hilir. Pada umumnya, sungai memiliki mata
air atau berhulu di kawasan pegunungan atau dataran tinggi dan bermuara di
lautan. Pada peta, aliran sungai digambarkan dengan garis yang berkelok-kelok
berwarna biru. Sementara itu, pada peta kontur, sungai digambarkan dengan garis
yang memotong pola kontur dengan arah kontur membelok ke arah hulu.
f. Gunung
Gunung merupakan bentuk relief
muka bumi yang menonjol.Pada umumnya, memiliki ketinggian di atas 1.000 meter.
Dalam peta, gunung digambarkan dengan simbol segitiga berwarna merah untukgunung
aktif dan segitiga berwarna hitam untuk gunung mati (tidak aktif).
g.Kota/Permukiman dan Jalan
Suatu bentuk permukiman hanya
ditunjukkan oleh letak ibukotanya.Berdasarkan hierarki kota, penggambaran letak
ibukota digambarkan dengan simbol berikut ini.gambaran dataran tinggi
digambarkan dengan garis kontur yang agakjarang, namun memiliki angka penunjuk
kontur yang besar (antara400 - 1.000 meter). Adapun jalan yang merupakan hasil
budidaya manusiadigambarkan dengan menggunakan simbol garis berwarna hitamatau
merah. Besar kecilnya jalan (kelas jalan) juga dibedakanberdasarkan tingkat
ketebalan garis pada peta. Pada peta-peta\umum tertentu, terdapat simbol area
berwarna kelabu untukmenunjukkan kawasan puncak gunung atau pegunungan bersaljuserta
warna cokelat cerah (terkadang berbintik-bintik) untukmenunjukkan daerah gurun.
2. Lautan
Berbeda dengan
relief daratan yang mudah digambarkan karena dapat terlihat dari atas, muka relief
lautan relatif lebih sulit ditentukan. Pada umumnya, lautan digambarkan dengan
simbol area berwarna biru. Seperti juga halnya dengan wilayah daratan, penggambaran
warna tersebut juga dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan warna dari biru muda sampai biru tua. Pada beberapa
peta terdapat warna biru gelap untuk menunjukkan letak suatu palung dan warna
putih kelabu untuk menunjukkan perairan es. Terkadang juga terdapat tanda
4.255,artinya laut tersebut mempunyai kedalaman 4.255 meter.
B.
Pola Sebaran
Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
Para ahli
geografi telah menentukan standar simbol-simbol peta untuk mengidentifikasi
kawasan, seperti perumahan, pabrik, perkotaan, pertanian, pertambangan, dan
lainlain. Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta B. Pada umumnya, peta
umum memiliki warna dan simbolsimbol lain yang mewakili ketampakan alam
sebenarnya. Contohnya, Pulau Bali yang memiliki bentang alam dataran rendah hingga
dataran tinggi. Pewarnaannya dibuat bertingkat, warna hijau menunjukkan dataran
rendah dengan ketinggian antara 0 - 100 m, warna hijau muda menunjukkan dataran
sedang dengan ketinggian antara 100 - 500 m, warna kuning menunjukkan dataran
tinggi dengan ketinggian antara 500 - 1.000 m, dan warna cokelat menunjukkan daerah
pegunungan dengan ketinggian > 1.000 m. Adapun puncaktertinggi berada di
puncak Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.142 m di atas permukaan air laut.
Dataran tinggi dan pegunungan terdapat di bagian Utara, semakin ke Selatan,
daratan semakin landai. Hal ini menyebabkan aliran sungai di bagian Utara
relatif pendek dan bermuara di Laut Bali, sedangkan sungai-sungai (disimbolkan dengan
garis berkelok-kelok berwarna biru) di bagian Selatan yang bermuara di Samudra
Indonesia memiliki aliran yang relatif lebih panjang. Jika diperhatikan, mayoritas
aliran sungai mengarah ke Selatan, hanya beberapa sungai saja yang mengalir ke
arah Utara.

Pulau Bali
memiliki rangkaian gunung atau pegunungan dibagian Utara. Kebanyakan
gunung-gunung tersebut telah mati (tidak aktif). Hal ini ditunjukkan dengan
gambar segitiga hitam di peta. Sementara itu, gunung yang masih aktif hanyalah
Gunung Agung dan Gunung Batur (1.717 m) yang digambarkan dengan bentuk segitiga
berwarna merah. Perairan darat berupa danau (disimbolkan dengan simbol area
berwarna biru). Tercatat ada empat buah danau, yaitu Danau Batur (terluas),
Danau Buyan, Danau Bratan, dan Danau Tamblingan. Keempat danau tersebut berada
di daratan dengan ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan air laut.
Berdasarkan
bentang budayanya, Pulau Bali hanya memiliki satu pelabuhan udara (yang disimbolkan
dengan gambar pesawat dalam lingkaran), yaitu Bandara Ngurah Rai di Denpasar
serta terdapat empat pelabuhan penyeberangan (yang disimbolkan dengan gambar
jangkar di dalam lingkaran), yaitu di Gilimanuk, Celukbawang, Benoa, dan di
Tanjung Melanting. Berdasarkan skala yang ada, jarak antara ujung Timur Pulau
Bali (Tanjung Jambela) hingga ujung Barat Pulau Bali (Tanjung Pasir) sejauh ±
111,15 km. Sementara itu, jarak antara ujung Utara Pulau Bali (Tanjung Bungkulan)
hingga ujung Selatan Pulau Bali (Sawangan) sejauh ± 63,45 km.
Perairan laut
Pulau Bali terdiri atas perairan dangkal (0 - 200 m), perairan sedang (200 -
3.000 m) dan perairan dalam (> 3.000 m). Perairan dangkal terdapat di Selat Bali,
bagian Selatan Pulau Bali dan perairan yang mengelilingi Nusa Penida. Kondisi
ini menyebabkan kawasan ini banyak dijumpai pantai-pantai yang indah, seperti
di Pantai Kuta, Pantai Sanur, Tanah Lot, dan Teluk Jimbaran.
2. Mengidentifikasi
Bentuk Muka Bumi dengan Peta Khusus
Peta khusus
atau peta tematik, yaitu peta yang hanya menyajikan suatu data tertentu dalam
penyajiannya. Salah satu contoh peta khusus atau peta tematik adalah peta
kontur. Kontur adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai
ketinggian sama di permukaan bumi. Jadi, peta kontur adalah peta yang
menyajikan tentang ketinggian tempat di muka bumi. Berikut ini karakteristik
garis kontur.
a. Merupakan
kurva tertutup dan tidak pernah berpotongan.
b. Selalu
bersifat horizontal.
c. Lebih
rapat konturnya berarti lerengnya lebih curam.
d. Selalu
membelok pada lembah dan mengikuti lereng dari lembah ke arah udik (hulu).
e. Selalu tegak lurus dengan jurusan air yang
mengalir di permukaan (misalnya, aliran sungai).
Interpretasi
peta kontur memberikan informasi tentang ketinggian tempat, bentuk lereng
(apakah berbentuk cekung, cembung, atau seragam), serta juga dapat menunjukkan
kemiringan lereng (apakah lereng tersebut landai
mantab bu tinggal aksesorisnya yang belum ada
BalasHapus